PENILAIAN SAINS
A.
Pengertian penilaian
Penilaian
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan berbagai informasi
secara ber-kesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang
telah dicapai siswa. Menurut Davis tujuan tidak hanya merupakan arah yang dapat
membentuk atau mewarnai kurikulum dan memimpin kegiatan pengajaran, tetapi juga
dapat menyediakan spesifikasi secara terperinci bagi penyusunan dan penggunaan
teknik teknik penilaian. Dari pernyataan tersebut dapat di simpulkan bahwa
tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara jelas dan spesifik akan menunjang
proses penilaian yang tepat dan dapat membantu di dalam menetapkan kualitas
belajar siswa.
B.
Fungsi Penilaian
Fungsi
penilaian menurut Depdikbud, bahwa tujuan dan fungsi penilaian untuk
memberikan umpan baik kepada guru, siswa, orang tua maupun lembaga
pendidikan yang berkepentingan serta untuk menentukan nilai hasil belajar
siswa. Penilaian juga dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan intropeksi
diri seorang guru terhadap proses pembelajaran yang baru saja berlangsung. Bagi
siswa hasil penilaian dapat dijadikan untuk memotivasi siswa agar lebih giat
dalam belajarnya, sedangkan bagi orang tua penilaian dapat mengetahui hasil
belajar siswa sehingga dapat memberikan dorongan bagi putra-putrinya.
C.
Prinsip Penilaian
Prinsip
penilaian dilaksanakan secara menyeluruh, berkesinambungan, berorientasi pada
tujuan, objektif, terbuka serta mempertimbangkan aspek kebermaknaan. Oleh
karena itu, proses penilaian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat
ketercapaian tujuan pembelajaran, mengingat antara tujuan dan penilaian
merupakan komponen sistem pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan. Prinsip
penilain selanjutnya adalah bersifat objektif yang artinya dalam melakukan penialain
terhadap hasil belajar , seorag guru harus berusaha untuk meminimalisasifaktor
subjektivitas. Agar hasil penilaian dapat memberikan manfaat yang baik, baik
kepada guru, siswa, orang tua maupun pihak sekolah maka penilaian hendaknya
secara terbuka.
D.
Jenis-jenis penilaian sains
1.
Penilaian
Pengetahuan,
Penilaian
pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan
untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta,konsep, prinsip, dan
hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalamkehidupan. Peserta didik diharapkan
dapat menggunakan pemahamannyatersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi
di masyarakat, danmenanggapi isu-isu lokal dan global.
2.
Penilaian
Keterampilan Proses
Penilaian
dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses.Penilaian proses IPA
dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan
keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilanproses IPA dasar meliputi
observasi, inferensi, melakukan pengukuran,menggunakan bilangan, klasifikasi,
komunikasi, dan prediksi. Di samping itu,peserta didik mulai diperkenalkan
dengan kemampuan melakukan percobaansederhana dengan dua variabel atau lebih
untuk menguji hipotesis tentanghubungan antar variabel. Peserta didik juga
dilatih mengkomunikasikan hasilbelajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat,
diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai
keterampilan proses ilmiah, berikut adalahenam keterampilan dasar yang perlu
dikuasai untuk peserta didik.
a. Observasi
Penilaian
keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat melakukanobservasi dalam
rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam
menggunakan panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu,
pertanyaan, interpretasi, dan investigasi.
b. Komunikasi
Keterampilan
berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan
grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual,
baik secara tertulis maupun lisan.
c. Klasifikasi
Keterampilan
melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagaiobjek untuk
mempermudah mempelajarinya, berdasarkan persamaan,perbedaan, dan saling
keterkaitan obyek.
d. Pengukuran
Keterampilan
melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar untukmelakukan observasi
secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta
mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi
penggaris,meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan
sebagainya.
e. Inferensi
Keterampilan
melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita.Kemampuan ini
dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasimenghubungkan
pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
f. Prediksi
Keterampilan
melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti daninferensi untuk
memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yangtepat terhadap
lingkungan.
g. percobaan
Sederhana
Keterampilan
melakukan percobaan diawali dengan kemampuan
menyusunpertanyaan,mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis,
mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan
percobaan,mengumpulkan data, dan interpretasi data.
3.
Penilaian sikap
Penilaian sikap
ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitu saja sesuatu
sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah. Selain itu,
kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat, menerima
saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukanmelalui pembelajaran
IPA
E.
Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sebagai berikut:
1.
Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan
penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri,
penilaian “teman sejawat” (
peer evaluation ) oleh peserta didik
dan jurnal. Instumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan
penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian yang
disertai rubrik, sedangkan pada jurnal disertai dengan catatan pendidik.
2.
PenilaianKompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi
pengetahuan melalui tes tulis,
tes lisan, dan penugasan.
·
Instrumen tes tulis berupa
soal pilihan ganda,isian,jawaban
singkat, benar-salah, menjodohkan,
dan uraian .Instrumen uraiandilengkapi
pedoman penskoran.
·
Instrumen tes lisanberupa daftar
pertanyaan.
·
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
3.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu
penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu
dengan menggunakan tes praktik , proyek dan penilaian portofolio.
Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating
scale) yang dilengkapi rubrik.
·
Tes praktik adalah
penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu
aktivitasatau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
·
Projek adalah tugas-tugas
belajar (learningtasks)
yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara
tertulis maupun lisan dalam waktu
tertentu.
·
Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan
seluruh karya
peserta didik dalam bidang
tertentu yang bersifat reflektif-integratif
untuk mengetahui minat,
perkembangan, prestasi, tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan
kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
F. Standar Penilaian Pendidikan IPA
Penilaian pembelajaran IPA di sekolah hendaknya mengacu
pada suatu standar yang ditetapkan baik secara nasional maupun internasional. National
Research Council dalam National Committee on Science Education Standards
and Assessment (1996), telah menetapkan National Science
Education Standards (NSES), suatu standar bagi pendidik dalam menilai
pendidikan IPA di semua level pendidikan. Standar nasional pendidikan IPA
versi NRC ini berisi standar konten IPA, standar pedagogi dalam mengajar
IPA, standar profesi, standar program,
standar asesmen, dan standar sistem. Mutu pendidikan
IPA yang baik, harus memenuhi semua standar tersebut.
Latar belakang disusunnya Standar
pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap IPA bukan
hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk bertahan
hidup (NRC, 1996). Standar penilaian menyediakan kriteria untuk menentukan
kualitas praktik-pratik penilaian. Standar penilaian meliputi lima
bidang sebagai berikut:
· Konsistensi penilaian dengan suatu keputusan
merupakan desain untuk informasi
· Penilaian prestasi dan kesempatan untuk belajar sains
· Mencocokkan antara
kualitas teknis dari kumpulan data dan konsekuensi tindakan yang perlu
dilakukan berbasis data tersebut
· Kejujuran dalam
praktik penilaian
· Ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan penilaian
tentang prestasi siswa dan kesempatan untuk belajar.
Dalam visi yang dijelaskan oleh National Science
Education Standards, penilaian adalah mekanisme umpan balik utama dalam
sistem pendidikan sains. Standar penilaian menyediakan siswa dengan umpan
balik tentang seberapa baik mereka memenuhi harapan, guru dengan umpan balik
tentang seberapa baik siswa mereka belajar, sekolah dengan umpan balik tentang
efektivitas guru dan program mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik
tentang seberapa baik kebijakan bekerja. Umpan balik ini pada gilirannya
merangsang perubahan kebijakan, memandu pengembangan profesional guru, dan
mendorong siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang IPA.
BERDASARKAN
URAIAN DIATAS, ADA BEBERAPA YANG INGIN SAYA DISKUSIKAN DI ANTARANYA:
1.
Biasanya sering sekali guru memberikan tugas yang dikerjakan berkelompok,
bagaimana cara menyusun penilaannya ?
2.
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda dan sikap yang berbeda,
bagaimana cara melakukan penilaian sikap ?

Saya mencoba menjawab pertanyaan no 1
BalasHapusCara mebyusun penilaian kelompok itu dilihat dari Kelengkapan laporan yg d buat oleh peserta didik, Kejelasan dan keruntutan penulisan, Kebenaran konsep ide yang dipaparkan, Ketepatan pemilihan kosakata, Kemampuan siswa menjelaskan isi laporan, Usaha siswa dalam menyusun laporan, Presentasi laporan percobaan. Terimakasih
Terima kasih saudari silvi, masukannya sangat memotivasi saya.
HapusAssalamualaikum warohmatullah wabarokatu
BalasHapusArtikel yang sangat membantu.
Saya akan menanggapi pertanyaan nomor 2
Penilaian sikap yang dilakukan oleh guru menggunakan jurnal harian
Sikap siswa yang dicatat adalah sikap yang sangat baik atau yang kurang baik. Sedangkan sikap yang baik tidak di catat karena dianggap sikap rata-rata Yang akan di beri nilai B
Sikap sangat baik diberi nilai A
Sikap yang kurang baik diberi nilai C, kemudian di tindaklanjuti dengan pembinaan sehingga sikap siswa berubah kemarahan positif (baik)
Waalaikum salam, terima kasih, tanggapannya sangat membantu.
HapusPertanyaan no 1..sebelum melakukan penilaian guru membuat/menyusun rubrik penilaian yg berisi kriteria yg dinilai secara individu dan kelompok.
BalasHapusTrima kasih ajas uasannya
HapusBaik saudari saya sangat tertarik utk menanggapi point 1 penjelasannya sbb :
BalasHapusSebiaknya kita sebagai tenaga pendidik (guru) menggunakan penilaian Rubrik laporan perkelompok, langkahnya sbb:
1. Sistematika laporan
4 = laporan dibuat sesuai sistematika penulisan, jelas dan benar
3 = laporan dibuat dengan benar tetapi kurang jelas
2 = laporan dibuat kurang benar dan kurang jelas
1 = laporan dibuat dengan sistematika yang salah
2. Kelengkapan laporan
4 = laporan dibuat secara lengkap sesuai petunjuk pembuatan laporan
3 = laporan dibuat tanpa kesimpulan
2 = laporan dibuat tanpa diskusi, kesimpulan, daftar pustaka
1 = laporan dibuat tidak lengkap (mencakup 3 unsur saja)
3. Kejelasan laporan
4 = laporan jelas, dapat dipahami, ditulis secara runtut
3 = laporan jelas, tetapi penulisan kurang runtut
2 = laporan kurang jelas, kurang sesuai dengan keruntutan penulisan
1 = laporan tidak jelas, tidak sesuai dengan keruntutan penulisan
4. Kebenaran konsep
4 = konsep/ide yang dipaparkan tepat, benar, dan sesuai dengan teori
3 = konsep/ide yang dipaparkan sesuai dengan teori tetapi kurang jelas
2 = konsep/ide yang dipaparkan kurang tepat
1 = konsep/ide yang dipaparkan tidak tepat
5. Ketepatan pemilihan kosakata
4 = menggunakan kata-kata yang tepat, menggunakan kalimat aktif
3 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, menggunakan kalimat aktif
2 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, tidak menggua\nakan kalimat aktif
1 = menggunakan kosakata yang salah
6. Kemampuan siswa menjelaskan isi laporan
4 = menguasai latar belakang, metode, diskusi, kesimpulan
3 = menguasai latar belakang, metode, dan diskusi
2 = menguasai latar belakang dan metode
1 = menguasai latar belakang saja
7. Usaha siswa dalam menyusun laporan
4 = berusaha melengkapi isi laporan dengan sungguh-sungguh, berusaha memperbaiki isi, tulisan rapi, mudah dibaca.
3 = sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 1 aspek yang tidak dilakukan
2 = sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 2 aspek yang tidak di lakukan
1 = tidak berusaha melengkapi dan memperbaiki isi laporan.
8. Presentasi laporan percobaan
4 = semua anggota kelompok aktif dan berusaha menjawab pertanyaan dengan benar.
3 = semua anggota kelompok aktif akan tetapi kurang berusaha menjawab pertanyaan dengan benar.
2 = beberapa anggota saja yang aktif (dominasi) namun ada usaha untuk menjawab pertanyaan dengan benar.
1 = beberapa anggota saja yang aktif (dominasi) namun kurang berusaha untuk menjawab pertanyaan dengan benar.
Trima kasih ajas uasannya
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang cara menyusun penilaan secara berkelompok dengan membuat angket yang harus dicapai dalam kelompok. setiap kelompok harus bekerja secara team antara individu yang satu dengan yang lainnya.
BalasHapusTrima kasih ajas uasannya
HapusArtikel yang menarik. Cara menilai sikap siswa yang berbeda maka kita bisa menggunakan blanko nilai sikap yang diisi setiap hari yang bisa diisi sesama siswa (penilaian sebaya) atau diisi oleh guru langsung.
BalasHapusTrima kasih ajas uasannya
HapusPada pertanyaan no.1 . Untuk lebih mudah, penilaiannya secara berkelompok dengan menyusun point apa saja yang akan di nilai..
BalasHapusTrima kasih ajas uasannya
HapusSaya akan menanggapi permasalahan yang kedua.
BalasHapusGuru harus sudah menentukan poin2 apa yg mau di capai sebelumnya dan menentukan bobot yg mau dicapai
saya setuju dengan pendapat febby, Dalam mengumpulkan data-data, guru menggunakan teknik observasi. Semua prilaku, perubahan dan perkembangan sikap dicatat oleh guru dalam bentuk jurnal. Prilaku yang baik dan prilaku yang kurang baik harus dicatat dengan teliti termasuk proses perubahan prilaku siswa baik ke arah baik atau sangat baik maupun ke arah kurang baik.
HapusTrima kasih atas uasannya
HapusSependapat dengan saudari Desi. . Untuk lebih mudah penilaiannya secara berkelompok dengan menyusun point apa saja yang akan di nilai. Terima kasih
BalasHapusTrima kasih atas uasannya
HapusBaiklahlah saya akan menanggapi soal nomor 1...
BalasHapusMenurut saya sebelum memulai kerja kelompok guru sebaiknya membuat point" penilaian dan bobot penilaiannya
Trima kasih atas uasannya
HapusAssalamualaikum , saya ingin bertanya mengenai bagaimana cara yang efektif untuk melakukan penilaian keterampilan (proses) disaat ada 32 anak yang harus dinilai dan bebrapa langkah yng menjadi fokus penilaian ? Tks
BalasHapusWa alaikum salam
HapusTrima kasih ayas uasannya
Sya sependapat dng ka febi yg mengatakan guru sudah menentukan point yg akan di capai beserta bobotnya dnga demikian itu akan mempermudah guru untk melakukan penilaian
BalasHapusTrima kasih
HapusAssalamualaikum kk maira.
BalasHapusSaya akan menanggapi pertanyaan nomor 2,sy setuju ya dengan pendapat kk novri disini.
Penilaian sikap yang dilakukan oleh guru menggunakan jurnal harian
Sikap siswa yang dicatat adalah sikap yang sangat baik atau yang kurang baik. Sedangkan sikap yang baik tidak di catat karena dianggap sikap rata-rata Yang akan di beri nilai B
Sikap sangat baik diberi nilai A
Sikap yang kurang baik diberi nilai C, kemudian di tindaklanjuti dengan pembinaan sehingga sikap siswa berubah kemarahan positif (baik). Selain itu juga bisa digunakan rubrik terimakasih
Wa alaikum salam trima kasih saudari wilda uasan yang bermanfaat
HapusArtikel yang menarik.
BalasHapussangat bermanfaat
Trima kasih
Hapus