Model-Model Pembelajaran Khusus Sains



Model-Model Pembelajaran Khusus Sains


            Banyak sekali model-model pembelajaran yang bisa meningkatkan minat belajar siswa dan meningkatakan hasil belajar siswa. Guru harus menguasai materi dan menguasai model pembelajaran, dengan begitu guru akan dengan mudah menyesuaikan materi dengan model pemebelajaran. Sampai saat ini, konten sains bagi kebanyakan guru diberikan melalui metode ceramah dan kegiatan pembuktian di laboratorium, dengan sedikit fokus terhadap pemberian pengalaman dalam melakukan penelitian atau aplikasi IPA dalam konteks teknologi.

            Hampir semua model pembelajaran sesuai dengan pembelajaran khusus sains. Pemahaman yang baik tentang sains merupakan faktor yang paling penting. Cara untuk membuat para tenaga pengajar melek model-model pembelajaran khusus sains pada hakikatnya adalah tugas semua komponen pendidikan, baik dari pemerintah maupun dari pendidik itu sendiri.
            Untuk mewujudkan tujuan belajar disekolah kualitas belajar dan mengajar harus lebih di tingkatkan melalui model pemebelajaran yang tepat. Dalam hal ini penulis akan mencantumkan berbagai macam model-model pembelajaran khusus sains.
1.      MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION)
Model Direct Intruction (DI) merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Pendekatan mengajar ini sering disebut Model Pengajaran Langsung (Kardi dan Nur,2000a :2).
Hal yang sama dikemukakan oleh Kardi dan Nur (2000a : 27), bahwa suatu pelajaran dengan model pengajaran langsung berjalan melalui lima fase:
a.       Penjelasan tentang tujuan dan mempersiapkan siswa,
b.      Pemahaman/presentasi materi ajar yang akan diajarkan atau demonstrasi tentang keterampilan tertentu,
c.       Memberikan latihan terbimbing,
d.      Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik,
e.       Memberikan latiham mandiri.
2.      PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING/CL)
a.       Pengertian Cooperative Learning
Cooperative learning merupakan strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada pengelompokan siswa dengan tingkat kemampuan akademik yang berbeda kedalam kelompok-kelompok kecil (Saptono, 2003:32). Unsur-unsur dan Ciri-ciri Cooperative Learning
Menurut Lundgren (Sukarmin, 2002:2), Unsur-unsur dasar yang perlu ditanamkan pada diri siswa agar cooperative learning lebih efektif adalah sebagai berikut :
a. Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama
b. Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya
c. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama
d. Para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya
e. Para siswa akan diberikan suatu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut
f. Para siswa berbagi kepemimpinan sementara
g. Para siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual
c. Kelemahan model pembelajaran kooperatif
1.      Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan dikelas.
2.       Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lain.
3.      Perasaan was-was pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik atau keunikan pribadi mereka karena harus menyesuaikan diri dengan kelompok.
4.       Banyak siswa takut bahwa pekerjaan tidak akan terbagi rata atau secara adil.
a.       Model-model Cooperative Learning
1.      Student Teams Achievement Division (STAD)
2.      Jigsaw (model tim ahli)
3.      Group Investivigation go A round
4.      Think Pair and Share
5.      Make a match (membuat pasangan)
6.      Numbered Heads Together
7.      Model Examples Non Examples
8.      Picture and Picture
9.      Cooperative Script
3. MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION/PBI)
a.       Pengertian Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah adalah pola atau kerangka konseptual yang berisi prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model atau pola ini menjadi pedoman bagi guru dan perancang pembelajaran dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.
b.      Ciri-Ciri Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Model pembelajaran berdasarkan masalah bercirikan sebagai berikut:
1) Pengajuan masalah atau pertanyaan.
2) Berfokus pada keterkaitan antar disiplin ilmu
3) Penyelidikan yang autentik
4) Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya
5) Kolaborasi
4. MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK
a.       pengertian Konstruktivisme
Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivistik memandang subyek aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh subyek itu sendiri.
b.      Aspek-aspek Pembelajaran Konstruktivistik
Fornot mengemukakan aspek-aspek konstruktivitik sebagai berikut: adaptasi (adaptation), konsep pada lingkungan (the concept of envieronmet), dan pembentukan makna (the construction of meaning). Dari ketiga aspek tersebut oleh J. Piaget bermakna yaitu adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi.
5.   MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO
a.       Pengertian pembelajaran portofolio
Portofolio sebenarnya diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedadogis, maupun sebagai adjective. Sebagai suatu wujud benda fisik itu adalah bundel, yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel.
b.       Langkah-Langkah Pembelajaran
1) Mengidentifikasi masalah
2) Kegiatan kelompok kecil
3) Pekerjaan rumah

BAHAN DISKUSI
1.      Dari berbagai referensi, model-model yang penulis tulis ada yang mengatakan sebagai metode bahkan strategi. Menurut saudara apa itu metode, strategi dan model, lalu bangaimana cara membedakan antara ketiganya!
2.      Bayak model yang dapat digunakan dalam meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa. Tapi pada realitanya guru masih cendrung menggunakan model lama, karna dianggap lebih efektif dalam mengefesiensikan waktu. Manurut saudara jika telah banyak model yang bisa meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa apakah cara-cara lama harus ditinggalkan?bagaimana cara menyikapinya!

DAFTAR RUJUKAN :

Kardi, S. dan Nur M. 2000 .Pengajaran Langsung. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya University Press.

Arends, R.I. 2001. Learning to Teach. New York: Mc graw Hill Companies, Inc.

Budimansyah, Dasim. Dr. M.Si. 2002. “Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio”, PT. Genesindo, Bandung.

Budimansyah, Dasim. Dr. M.Si. 2002. “Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio”, PT. Genesindo, Bandung.

Nur, M., Ibrahim, M. 2000. Pengajaran berdasarkan masalah. Surabaya: University Press-UNESA.

Nur, M., Ibrahim, M., Rachmawati, F., Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press-UNESA.


Komentar

  1. Assalamualaikum, artikel yang sangat menarik.
    saya akan mencoba diskusi point 1
    model adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan. Model pembelajaran ditandai dengan adanya sintaks atau langkah-langkah pembelajaran.
    metode adalah cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. bisa dilakukan dengan metode yang berpusat pada guru, metode praktikum, diskusi, tanya jawab.
    strategi merupakan upaya pengorganisian kelompom belajar (dalam kelompok kecil atau kelompok besar, bagaimana komposisi anggota setiap kelompok, bagaimana cara memilih anggota kelompok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaikum salam, baik saudara novri, jawabannya sangat membantu.

      Hapus
    2. Saya setuju dengan saudari novrina . Model itu sbg cover dari segala metode, strategi dan teknik.

      Hapus
  2. Artikel yang sangat menarik. Saya akan menanggapi pertanyaan no 1. Model itu pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir. Metode itu cara yang kita gunakan atas rencana atas rencana yang telah disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran. Contoh. Diskusi. Dll.
    3. Strategi itu cara-cara prosedural sistematis dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil dan proses belajar. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasi saudara rohana, jadi ketiganya sangat berbeda..

      Hapus
  3. Terima kasih pencerahannya sdri humairah...
    Memang saat ini berbagai model,metode,atau strategi sudah dikembangkan oleh ahli pendidikan dimana pengembangan tersebut tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kurikulum yg digunakan. Namun hal ini tidak ditunjang ditingkat bawah (sekolah), sehingga bnyak kendala yg dihadapi baik guru ataupun siswa sekolah utk menerapkan inovasi terbaru tersebut

    BalasHapus
  4. Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 2.
    Memang telah banyak model2 yang pembelajaran terbaru,
    Namun dalam implementasi nya model2 pembelajaran yang lama dapat diadopsi sebagian.

    BalasHapus
  5. soal 1. metode adalah sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi.

    model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai.

    Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didisain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu

    BalasHapus
  6. saya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang perbedaan strategi yaitu merupakan suatu cara yang digunakan secara prosedural dan sistematis dalam suatu proses kegiatan belajar mengajar, dalam rangka meningkatkan kualitas hasil yang diharapkan dengan kata lain cara untuk meningkatkan hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya. sedangkan metode bisa diartikan sebagai suatu cara yang pilih pendidik atau dipergunakan dalam pengimplementasian rencana yang telah disusun dalam suatu kegiatan nyata untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. dan model dapat dikatakan adalah suatu konsep atau sistem untuk mendeskripsikan bentuk pembelajaran yang akan dilakukan dari awal sampai akhir pembelajaran yang dirancang secara khusus oleh seorang pendidik. Dengan kata lain, model pembelajaran adalah wadah dari pengaplikasian suatu metode, pendekatan dan teknik pembelajaran.

    BalasHapus
  7. saya akan menenggapi pertanyaan no 1
    perbedaan model, metode dan strategi ?
    model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambarkan dari awal sampai akhir pembelajaran
    metode adalah sebuah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun
    strategi adalah cara-cara tertentu yang digunakan secara prosedur

    BalasHapus
  8. saya akan mencoba menanggapi pertanyaan dari nomor 1,,

    bahwasanya letak perbedaan dari model , metode dan strategi adalah pada tiap-tiap langkah penerapannya yg terstruktur serta sintak sistematis dalam menjalankan proses pembalajaran di sekolah, baik di awal hingga akhir pertemuan yang sedang berlangsung.

    BalasHapus
  9. Salam. Sy akan menanggapi soal 1.
    1.metode adalah sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi.

    2.model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai.

    3. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didisain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu

    BalasHapus
  10. Terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini

    BalasHapus

Posting Komentar