MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21
MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21
A.
Mengenal Pembelajaran Abad 21
Teknologi
informasi dan komunikasi berkembang sedemikian cepatnya dan memegang peran
stratregis. Abad 21 ditandai dengan peran besar pengaruh teknologi informasi
dan komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia. Itulah sebabnya,
abad 21 ini dikenal pula sebagai era informasi. Batas dan sekat antar Negara
menjadi semakin tidak jelas dan warga Negara menyatu dalam warga dunia global,
sehingga era sekarang disebut pula sebagai era global. Keberadaan teknologi
tersebut telah mengubah cara kita bertransaksi, membaca, bersenang-senang,
berkomunikasi/berbicara, dan termasuk cara kita belajar. Keberadaan teknologi
tersebut juga memungkinkan semua orang, yang memiliki akses terhadap teknologi
ini tentunya, dapat memperoleh informasi apa saja, dari mana saja, dimana saja,
kapan saja. Ini artinya, semua orang dapat belajar apa saja, kapan saja, dimana
saja, dengan siapa saja, dengan cara apa saja. Pembelajaran lebih bersifat
terbuka, fleksibel dan terdistribusi (distributed).
Pembelajaran
diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan
abad 21. Dabbagh (2007) memberikan karakteristik keterampilan abad 21 sebagai
berikut:
1.
Keterampilan Belajar Sosial; keterampilan ini meliputi kemampuan
mengambil keputusan, berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan manajemen
konflik yang kesemuanya itu merupakan komponen penting atau unsur utama dari
kolaborasi yang efektif. Hal ini diperlukan untuk membangun leadership dan
menjadi bagian dari suatu tim, dimanapun berada baik sebagai karyawan, maupun
sebagai anggota sosial masyarakat baik skala mikro (keluarga) sampai skala
internasional.
2.
Keterampilan Dialogis (Discursive Skills); keterampilan
ini meliputi kemampuan mendiskusikan suatu isu secara kritis, berbagi ide dan
argumentasi secara rasional dan logis, bernegosiasi dan menunjukkan keterbukaan
(berpikiran positif) terhadap berbagai perspektif yang berbeda serta mampu
menjadi pendengar efektif.
3.
Keterampilan evaluasi diri dan kelompok (introspeksi);
artinya kemampuan diri untuk akuntabel terhadap segala sesuatu yang dibebankan
di pundaknya dan timnya, aktif dan komitmen terhadap aktifitas kelompoknya,
bekerja dengan penuh tanggung jawab, saling membantu dan saling mengisi. Dalam
hal ini, setiap individu harus memiliki kemampuan berpikir sistemik, sehingg
setiap permasalahan dilihat dari berbagai perspektif dan tidak mengkambing
hitamkan orang lain.
4.
Keterampilan refleksi; ini adalah kemampuan untuk
mengambil hikmah/pelajaran dari berbagai hal. Lebih jauh lagi adalah kemampuan
untuk melakukan perubahan (membebaskan diri dari status quo), menerima input,
masukan dan kritik dari pihak luar, serta memperbaiki diri maupun kelompok
secara terus menerus.
Membangun
siswa agar memiliki keterampilan abad 21 tersebut merupakan suatu tantangan
tersendiri. Paradigma pembelajaran lama sudah tidak bisa lagi dipertahankan.
Paradigma pendidikan modern yang lebih bersifat student-centered dan
constructive learning sebaiknya segera dilakukan mulai saat ini, mulai dari hal
yang kecil atau sederhana. Paradigma pembelajaran konvensional berubah.
Pembelajaran berpusat pada guru, berubah menjadi pembelajaran berpusat pada
siswa. Siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya, belajar melalui penemuannya
dan siswa dapat menentukan sendiri tingkat capaian pembelajarannya. Peran guru
berkembang menjadi fasilitator. Memfasilitasi siswa untuk melakukan
pembelajaran. Guru lebih banyak menyiapkan alat bantu (scaffolding) bagi proses
pembelajaran, dan memastikan bahwa standar tercapai. Mutu pendidikan dan
pembelajaran di sekolah sangat tergantung dari ketrampilan dan kemampuan guru
dalam mengelola dan memilih metode pembelajaran yang tepat bagi anak didiknya.
B.
Model Pembelajaran Abad 21
Joyce, Weil,
& Calhoun (2009-Edisi kedelapan) dalam bukunya Model of Teaching
mengemukakan empat kelompok model pengajaran, yaitu kelompok:
1.
Model yang memproses informasi
Model ini berlandaskan teori belajar kognitif, yang
dimana berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi dan sistem-sistem
yang dapat memperbaiki kemampuannya. Menurut Oemar Hamalik (2011: 128-129)
Pemrosesan informasi tersebut merujuk bagaimana cara-cara atau menerima
informasi stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah,
menemukan konsep-konsep, serta menggunakan simbol-simbol verbal dan non verbal.
Menurut surya (2004) dalam syaiful sagalas (2012: 74)
memiliki beberapa rumpun model pemrosesan informasi, yaitu model berpikir
induktif, model latihan inkuiri, inkuiri ilmiah penemuan konsep, pertumbuhan
konsep, Model piñata lanjutan memori.
2.
Model interaksi sosial
Model interaksi sosial pada hakekatnya bertolak dari
pemikiran pentingnya hubungan pribadi (interpersonal relationship) dan
hubungan sosial atau hubungan individu dengan lingkungan sosialnya. Dalam
konteks ini proses belajara pada hakekatnya adalah mengadakan hubungan sosial
dalam pengertian peserta didik berinteraksi dengan peserta didik lain dan
berinteraksi dengan kelompoknya.
Model belajar yang paling diutamakan
dalam pendekatan ini antara lain diskusi, problem solving, motode simulasi, bekerja kelompok, dan metode lain yang
menunjang berkembangnya hubungan sosial peserta didik.
3.
Model pengajaran personal
Model pembelajaran
personal adalah model pembelajaran yang bertitik tolak dari teori belajar
humanistik. Model pembelajaran ini berorientasi terhadap pengembangan diri individu. Perhatian utamanya pada
emosional siswa untuk mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya.
4.
Model sistem-sistem perilaku
Model adalah kerangka konseptual yang
digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan.
C.
Permasalahan yang Diangkat
Berdasarkan tulisan yang dikembangkan oleh penulis, ada beberapa yang
ingin dijadikan bahan diskusi yaitu:
1. Teknologi
informasi dalam kehidupan umat manusia di abad 21 sangat berperan, akan tetapi
banyak sekali dampak negatif seperti siswa menjadi malas belajar bagaimana cara
mengatasinya?
2. Model yang
ditampilkan diabad 21 amat beragam, sehingga guru akan dengan mudah memilih
yang paling memudahkan bagi seorang guru, lalu keterampilan apa yang harus
dimiliki oleh seorang guru di abad 21 ini?
3. Menurut saudara,
bagaimana cara merubah paradigma pembelajaran yang lama ke paradima
pembelajaran abad 21 di daerah tertinggal!
Rujukan
Saya akan menanggapi permasalahan yang ke 3
BalasHapusTentunya harus secara perlahan Dan disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat sekitar. Berikan pengertian pads stakeholders daerah2 tersebut.
Terima kasih atas tanggapannya, sangat membantu
Hapussependapat dengan apa yang dipaparkan oleh susanti.
HapusArtikel yang menarik..
BalasHapusSaya akan membahas pertanyaan nomor 2. Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru pada abad 21 adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan zaman, penguasaan iptek, memiliki pemikiran yang visioner, kreatif, pekerja keras dan tidak mudah menyerah.
soal 2 . ada beberapa keterampilan yang saya kategorikan menjadi 4 yaitu pertama adalah; Cara berpikir, termasuk kreativitas, inovasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan dan melakukan pembelajaran. Kedua, Cara bekerja termasuk keterampilan komunikasi, kolaborasi dan bekerjasama secara tim (teamwork).Ketiga, Keterampilan untuk hidup di dunia, termasuk memiliki kesadaran sebagai warga negara global maupun lokal, mengembangkan hidup dan karir; serta memikul tanggung jawab pribadi dan sosial. Dan Keempat, Alat untuk bekerja keterampilan ini didasarkan pada teknologi-teknologi informasi dan komunikasi baru serta literasi informasi, termasuk kemampuan untuk belajar dan bekerja melalui jaringan sosial digital.
BalasHapusAssalamualaikum
BalasHapusSaya akan mengomentari pertanyaan nomor 2
Salah satu keahlian dan keterampilan yg harus dimiliki oleh guru dalam menyosonsong pembelajaran abad 21 adalah kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi yg berkembang saat ini. Dan juga guru hendaknya memiliki kwmampuan untuk mengakses atau mencari informasi terbaru sebanyak2nya yg berkaitan dg materi pembelajaran.
Menanggapi pertanyaan no 1. Dlm permaslahan tsb orangbtua sangat berperaan penting. Org tua jg harus mengawasi apa yg d lakukan oleh siswa agar terhindar dr dampak negatif. Terimkasih
BalasHapusSependapat dengan saudari selvi. Bahwa orang tua juga sangat berperan penting dalam mengawasi tingkah laku peserta didik.
Hapussaya akan menjawab soal no. 1
BalasHapusdi era abad 21 ini memang teknologi sangat berperan apalagi di dalam dunia pendidkan yang membuat segalanya menjadi serba praktis, namun memang ke prktisan ini membuat siswa menjadi malas karna fasilitas tegnologi, nah disninya peran orang tua dan guru untuk membibing siswa untuk menggunakan tegnologi dengan positif dan maksimal.
saya setuju dengan pendapat nurfitri, selain itu juga agar siswa tidak malas umtuk belajar kita dapat menggunakan aplikasi untuk belajar seperti edmodo, atau juga guru dapat melalukan game saat sedang belajar sehingga siswa akan tertarik untuk belajar
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang Teknologi informasi dalam kehidupan umat manusia di abad 21 sangat berperan, akan tetapi banyak sekali dampak negatif seperti siswa menjadi malas belajar bagaimana cara mengatasinya yaitu dengan perlunya sosialaisasi dan motivasi dari guru dan lingkungan agar memanfaatkan teknologi informasi sebagai literatur dalam mencari tugas sekolah dan hal-hal positif.
BalasHapusartikel yang sangat menarik,.
BalasHapussaya akan mengomentari permasalahan nomor satu
pengawsan terhadap penggunaan teknologi bukan hanya tugas guur akan tetapi menjadi tugas orang tua.
penggunaan teknologi perlu pengawasan. guur dapat berperan dalam mencegak penyalahgunaan teknologi dengan cara membrikan tugas rumah yang mengembangkan kreatifitas siswa sehingga siswa lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang lebih positif.
saya akan menanggapi pertanyaan keterampilan yang dimiliki seorang pendidik adalah mampu menggunakan dan memanfaatkan teknologi secara baik
BalasHapusketerampilan yang harus dimiliki guru yaitu guru harus memiliki wawasan yang luas, mampu menyesuaikan diri dengan zaman, mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi di abad 21 dengan baik
BalasHapusSya sependapat dng tanggapan yg diberikan oleh ka bestia.
BalasHapusSaya akan membahas pertanyaan nomor 2. Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru pada abad 21 adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan zaman, penguasaan iptek, memiliki pemikiran yang visioner, kreatif, pekerja keras dan tidak mudah menyerah.thinkskill,communication skill yg terpenting. Terimakasih.
BalasHapusTrima kasih saudara/i atas tanggapannya sangat membantu
BalasHapus