Model Pembelajaran Kontekstual

Bisakah anak-anak memahami pelajaran sebelum dialaminya atau belajar tanpa model yang menarik?, tentu saja jawabannya anak-anak akan malas untuk belajar.

Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan.

Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.

Pengertian kontekstual
Model kontekstual adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepeada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Definisi tersebut menunjukkan bahwa ada 3 kata kunci dalam model kontekstual:
1. Model kontekstual menekankan proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi (pengalaman), 
2. Mendorong siswa untuk menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi nyata. 
3. mendorong siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan.
Model kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata siswa dan mendorong antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Model Kontekstual sebagai suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, sistem CTL, akan menuntun siswa ke semua komponen utama CTL, yaitu melakukan hubungan yang bermakna, mengerjakan pekerjaan yang berarti, mengatur cara belajar sendiri, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif, memelihara atau merawat pribadi siswa, mencapai standar yang tinggi, dan menggunakan penilaian sebenarnya.

Prinsip model kontekstual
Pembelajaran kontekstual memiliki beberapa prinsip dasar. Adapun prinsip-prinsip dalam pembelajaran kontekstual menurut Suprijono (2011: 80-81) adalah sebagai berikut:
1. Saling ketergantungan, artinya prinsip ketergantungan merumuskan bahwa kehidupan ini merupakan suatu sistem. Lingkungan belajar merupakan sistem yang mengitegrasikan berbagai komponen pembelajaran dan komponen tersebut saling mempengaruhi secara fungsional.
2. Diferensiasi, yakni merujuk pada entitas-entitas yang beraneka ragam dari realitas kehidupan di sekitar siswa. Keanekaragaman mendorong berpikir kritis siswa untuk menemukan hubungan di antara entitas-entitas yang beraneka ragam itu. Siswa dapat memahami makna bahwa perbedaan itu rahmat. 
3. Pengaturan diri, artinya prinsip ini mendorong pentingnya siswa mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya. Ketika siswa menghubungkan materi akademik dengan konteks keadaan pribadi mereka, siswa terlibat dalam kegiatan yang mengandung prinsip pengaturan diri.

Selanjutnya, Sumiati dan Asra (2009: 18) menjelaskan secara rinci prinsip pembelajaran kontekstual sebagai berikut:
1. Menekankan pada pemecaham masalah
2. Mengenal kegiatan mengajar terjadi pada berbagai konteks seperti rumah, masyarakat, dan tempat kerja
3. Mengajar siswa untuk memantau dan mengarahkan belajarnya sehingga menjadi pembelajar yang aktif dan terkendali
4. Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa
5. Mendorong siswa belajar satu dengan lainnya dan belajar bersama-sama
6. Menggunakan penilaian otentik.

Merujuk pada prinsip-prinsip di atas, maka pembelajaran kontekstual berorientasi pada upaya membantu siswa untuk menguasai tiga hal, yakni:
1. Pengetahuan, yaitu apa yang ada di pikirannya membentuk konsep, definisi, teori, dan fakta
2. Kompetensi atau keterampilan, yaitu kemampuan yang dimiliki untuk bertindak atau sesuatu yang dapat dilakukan
3. Pemahaman kontekstual, yaitu mengetahui waktu dan cara bagaiman menggunakan pengetahuan dan keahlian dalam situasi kehidupan nyata.

Penerapan kontekstual
Pembelajaran Kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.
Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya
  1. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik
  2. kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
  3. Ciptakan masyarakat belajar.
  4. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
  5. Lakukan refleksi di akhir pertemuan
  6. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara
Kesimpulan
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan atau konteks ke permasalahan atau konteks lainnya.

Model kontekstual mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata, berpikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis, kreatif, memecahkan masalah, siswa belajar menyenangkan, mengasyikkan, tidak membosankan, dan menggunakan berbagai sumber belajar.

bahan diskusi 
1. bagaimana cara penerapan model pembelajaran kontekstual pada pemeblajaran IPA?
2. apa saja langkah-langkah model kontekstual?  

Komentar

  1. Ayo yang lihat dikomen, biar semangat...😀😀😀

    BalasHapus
  2. Dibagian penerapan kontekstual. Itu ciptakan masyarakat belajar. Itu bagaimana ya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, masud dari menciptakan masyarakat belajar adalah setiap orang termasuk siswa memiliki beban dan tanggub jawab yang sama, yang berbeda hanya porsinya, sesuai kedudukan kita di masyarakat. Sekian dan trima kasih

      Hapus
  3. Bagaimana penerapan model kontekstual dan kolaboratif di sekolah 3T dalam upaya memaksimalkan hasil belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. guru yang harus memfasilitasi apa yang harus diperlukan pada proses pembelajaran mulai dari materi yang guru sendiri yang menjelaskan dan mengorganisasikan proses jlan nya diskusi. tp masalah yang diangkat adalah masalah yang berdasarkan pengalaman dan lingkungan yang ada disekitar

      Hapus
  4. apakah penerapan model ini sudah sangat dikuasai guru yang berada dipedalaman,
    apakah sudah mencapai tujuan pembelajaran?

    BalasHapus
  5. Langkah-langkah model pembelajaran CTL yaitu:
    1. Mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri,menemukan sendiri ,dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan barunya.
    2. Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topic
    3. Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
    4. Menciptakan masyarakat belajar
    5. Menghadirkan model sebagia contoh belajar
    6. Melakukan refleksi diakhir pertemuan.
    7. Melakukan penialain yang sebenarnya dengan berbagai cara.

    BalasHapus
  6. Trima kasih atas tanggapannya sangat membantu saya untuk menyelesikan tugas kuliah

    BalasHapus

Posting Komentar